--- Aku Theodore, seorang pendaki yang akhirnya menepati janji lamaku: berdiri di puncak gunung yang dulu hanya ada dalam bayangan. Saat kakiku benar-benar menapak di titik tertinggi itu, aku terdiam lama. Angin dingin yang menerpa wajahku seolah berbisik, “Inilah saatnya.” Pandanganku menyapu luas ke arah langit yang biru, awan yang menari pelan, dan bumi yang jauh di bawah. Di momen itu, aku tahu, aku telah berhasil menaklukkan bukan hanya gunung, tapi juga keraguan dalam diriku sendiri. Dulu, setiap mimpi tentang puncak selalu ditemani bayangan seseorang. Dia yang kupikir akan berdiri di sisiku, menggenggam tanganku ketika semua impian ini tercapai. Tapi waktu berjalan, komunikasi pudar, dan kami berubah menjadi asing. Awalnya terasa berat, seakan puncak kehilangan makna tanpa kehadirannya. Namun ketika langkah demi langkah akhirnya membawaku sampai di atas sini, aku justru menemukan ketenangan yang berbeda. Aku ikhlas. Aku bahagia bukan karena dia ada, tapi karena aku ...